Ahlak Pribadi Seorang Santri / Pelajar

 

Seorang santri atau siapapun yang lagi berusaha menuntut ilmu harus mempunyai sikap pribadi yang luhur, menurut Mbah Hasyim Asyari dalam kitabnya Adabul 'Alim Wal Muta'allim seorang santri harus mempunyai 10 macam ahlak pribadi yang dimilikinya, yaitu :

1. Tazqiyah

Santri hendaknya mensucikan hatinya dari sesuatu yang mempunyai unsur menipu, kotor, penuh rasa dendam, hasud, keyakinan yang tidak baik, dan budi pekerti yang tidak baik. tazqiyah merupakan hal yang sangat pokok bagi santri atau pelajar yang akan menuntut ilmu atau mempelajari suatu keilmuan, seperti halnya kaca yang jarang dibersihkan dari kotoran lama kelamaan kotoran yang ada pada kaca tersebut akan terus menebal sehingga ketika ada cahaya tidak akan bisa masuk karena terhalang oleh kotoran tersebut.

sama halnya dengan hati, seorang santri/pelajar sebelum memasukan ilmu ke dalam hatinya karena sifat ilmu adalah Nur (Cahaya) maka diperlukan tazqiyah (mensucikan) terlebih dahulu hatinya dari penyakit hati dengan tujuan apa yang ia pelajari akan mudah dipahami dan di amalkan. untuk metoda pembersihannya beragam cara ada yang melalui puasa, baca Al-Qur'an, membaca sholawat, sholat tahajjud  atau dzikir yang di istiqomahkan.

2. Niat

Harus memeperbaiki niat dalam mencari ilmu, dengan tujuan mencari ridha Allah, serta mampu mengamalkannya, menghidupkan syari'at, untuk menerangi hati, menghiasi batin dan mendekatkan diri kepada Allah. 

Niat adalah suatu yang sangat terpenting bagi diri santri karena untuk menentukan sungguh atau tidaknya dalam menuntut ilmu di Pesantren. karena orang yang niat belajar segala apapun yang diliatnya akan menjadi pelajaran tetapi orang yang tidak niat apapun yang ia liat dan dengar itu semata sekedar lewat tanpa ada bekas pelajaran yang ia dapat. 

3. Jangan Sia-Siakan Usia

Harus berusaha sesegara mungkin memperoleh ilmu diwaktu masih belia dan memanfaatkan sisa umurnya. Jangan sampai tertipu dengan menunda-nunad belajar dan terlalu banyak berangan-angan, karena setiap jam akan melewati umurnya yang tidak mungkin diganti ataupun ditukar. 

Seorang santri/pelajar harus mempunyai waktu atau jadwal pribadi untuk menderas suatu pelajaran dan juga menjaga perbuatan yang bisa menghalangi kesempurnaan mencari ilmu.


 4. Qona'ah

Harus menerima apa adanya (Qona'ah) berupa segala sesuatu yang mudah ia dapat, baik itu berupa makanan atau pakaian yang serba kesederhanaan dan sabar atas kehidupan yang berada dibawa kekurangan yang ia alami ketika dalam tahap proses mencari ilmu serta menerima keruwetan hati dengan lapang dada maka itu akan mengeluarkan sumber-sumber hikmah akan mengalir kedalam hati.

5. Mengatur Waktu

Harus bisa mengatur waktu dan menggunakannya setiap kesempatan dari umurnya, sebab umur yang tersisa itu tidak ada nilainya jika tidak ada manfaaatnya.

Waktu yang paling ideal dan baik digunakan oleh para santro/pelajar adalah waktu sahur digunakan untuk menghafal. waktu pagi digunakan untuk membahas pelajaran. Waktu tengah hari digunakan untuk menulis. Waktu malam digunakan untuk meninjau ulang dan mengingat pelajaran (muroja'ah).

Sedangkan tempat yang paling baik digunakan untuk menghafal adalah di dalam kamar dan setiap tempat yang jauh dari perkara yang bisa membuat lupa.

6. Menyedikitkan Makan

Santri/pelajar hendaknya menyedikitkan makan dan minum, karena apabila perut dalam keadaan kenyang maka akan menghalangi semangat belajar, ibadah dan badan menjadi berat. 

Salah satu faedah menyedikitkan makan adalah badan menjadi sehat dan mencegah penyakit tubuh. Karena penyebab hinggapnya penyakit adalah terlalu banyak makan dan minum. Manfaat lain dari sedikit makan dan minum adalah keselamatan hari dari sikap sewenang-wenang dan sombong.

7. Bersikap Wira'i

Santri/pelajar hendaknya memaksa dirinya untuk bersikap wira'i (menjaga diri dari perbuatan yang bisa merusak harga diri) serta berhati-hati dalam setiap tingkah lakunya, memperhatikan kehalalan makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan setiap sesuatu yang ia butuhkan, agar hatinya terang dan mudah mnerima ilmu, cahaya ilmu dan meraih manfaatnya ilmu.


8. Menjaga Pola Makan

Harus memepersedit makan yang merupakan salah satu sebab tumpulnya otak (bebel), lemahnya panca indra sperti makan buah apel yang masam, kacang sayur (buncis), minum cuka, begitu juga makanan yang menimbulkan banyak dahak yang dapat mempertumpul akal fikiran dan memperberat badan seperti terlalu banyak minum susu, makan ikan terlalu banyak dan yang lain sebagainya.

9. Mengurangi Tidur

Santri Harus berusaha untuk mengurangi tidur selama tidak menimbulkan bahaya pada tubuh dan akal pikirannya. Jam tidur tidak boleh melebihi dari delapan jam dari sehari semalam. Apabila ia mampu tidur kurang dari 8 jam, maka dia boleh untuk melakukannya.

10. Menjaga Pergaulan

Seorang santri/pelajar harus bisa mengatur mana pergaulan yang bagus dan tidaknya karena bisa menentukan kesemangatan dalam belajar ketika ia bergaul dengan sesama penuntu ilmu. jangan sampai sebab pergaualan ia meninggalkan pelajaran yang ia kaji maka pilihlah pergaualan yang baik dan bisa menunjang bertambahnya wawasan keilmuan kita. 



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ahlak Pribadi Seorang Santri / Pelajar"

Post a Comment